Wednesday, June 10, 2009

Pengaruh Emosi dan Kesehatan Kita

Gangguan emosional membangkitkan toksin yang sangat kuat dan mematikan. Pada sebuah penelitian, darah yang diambil dari orang yang sedang mengalami ketakutan dan kemarahan yang hebat, disuntikkan ke hewan percobaan dapat mematikannya dalam waktu kurang dari dua menit. Segala sesuatu yang ada di pikiran mempengaruhi zat kimia tubuh dalam waktu setengah detik. Toksin yang dihasilkan dari rasa takut, marah, benci, frustasi, dan stres menyebabkan penyakit hasil dari suatu konflik batin yang tak terpecahkan. Sistem keyakinan dan harapan mempengaruhi kesehatan, tubuh kita dipengaruhi oleh kondisi mental.

Apabila Anda atau saya mengalami sakit fisik, kemungkinan bahwa penyakit itu terjadi karena tekanan emosi adalah lebih dari 50%. Dari hasil penelitian tersebut dihasilkan suatu kesimpulan bahwa penyakit dibedakan menjadi tiga macam : pertama penyakit organik, kedua penyakit emosional, dan yang ketiga adalah penyakit campuran (antara organik dan emosional). Masing-masing jenis penyakit memiliki kemungkinan prosentase yang sama.

Sakit yang disebabkan oleh emosi adalah penyakit fisik, bukan penyakit mental. Penyakit itu menyebabkan ribuan gejala, seperti: sakit pada leher, nephroselerosis, radang dinding lambung, demam, diare, dan lain-lain. Emosii terdiri atas perubahan kimiawi dan fisik di dalam tubuh (baik pada bagian wajah yang dapat dilihat orang lain, maupun internal sehingga hanya dapat dirasakan yang bersangkutan atas dasar perubahan dari hasil pikiran yang muncul menjadi perasaan. Dalam emosi kemarahan, salah satu dari perubahan internal adalah meningkatnya tekanan darah yang terkadang menghentikan aliran darah otak dan mengakibatkan stroke. Perubahan internal lainnya adalah menyempitnya aliran darah koroner di jantung, ini terkadang membuat kematian koroner (penyakit jantung). Perubahan kimiawi dan fisika dalam tubuh (emosi) diproses oleh otak melalui sistem syaraf otomatis dan melalui kelenjar-¬kelenjar endokrin.

Pada dasarnya kita harus mempertimbangkan segala hal yang akan lakukan untuk diri kita sendiri, sebelum kita memberikan kesempatan pada emosi untuk bereaksi. Emosi yang sehat seperti ketenangan hati, kegembiraan, dll pengaruhnya adalah sama terhadap kondisi kesehatan.

Emosi yang sehat tidak memperdulikan hal-hal yang merugikan, dorongan dan semangat hidup, keceriaan, canderung mendorong kelenjar di bawah otak untuk memproduksi spektrum hormon yang optimal. Emosi yang baik juga memberikan pangaruh yang lebih besar terhadap kesehatan, dibandingkan dengan segala macam obat.

Setiap orang cenderung memiliki dua perangkat emosi yang berbeda. Masing-masing perangkat itu membuat perubahan kimia dan fisika sendiri di dalam tubuh. Emosi superfisial adalah perangkat emosi yang dari waktu ke waktu berada di permukaan, seperti kebahagiaan yang memancar ketika seseorang memberikan sekotak permen coklat dan mengucapkan selamat ulang tahun kepada kita. Emosi fundamental atau emosi yang lebih mendalam adalah emosi yang merupakan latar belakang dari dunia yang kita huni.

Seseorang bisa saja memiliki sifat yang terlihat dari luar seolah-olah dia sedang gembira tetapi memiliki seperangkat emosi yang membuatnya tertekan. Kadang-kadang emosi fundamental muncul akibat pengaruh ketidak-dewasaan ataupun faktor lain yang tidak kita sadari. Orang yang telah belajar untuk memelihara dan mempertahankan kepasrahan, ketenangan hati, keberanian, keteguhan hati, dan keceriaan, memiiilki statis emosional.

Orang yang memiliki ketegangan emosional dan penyakit yang disebabkan oleh faktor emosi bukan hanya karena masalah yang berlimpah atau sulit, melainkan karena cara penanganan dari masalah yang biasa. Kemampuan menangani berbagai fase kehidupan manusia dengan cara yang efektif dengan suatu jalan yang menghasilkan sejumlah kenikmatan dan ketegangan diistilahkan kedewasaan.

Kedewasaan yang dituntut di sini terdiri dari kualitas seperti berikut:
1. Perasaan tanggung jawab dan kebebasan yang baik
2. Sikap memberi bukan menerima.
3. Meningkatkan egoisme kompetitif menjadi kerjasama.
4. Mengakui dan menerima batasan-batasan sosial masyarakat.
5. Memahami bahwa agresivitas, permusuhan, kemarahan, kebencian, dan kekerasan merupakan kelemahan, sedangkan niat baik, kebaikan hati, adalah kekuatan.
6. Mampu membedakan fakta dan angan-angan.
7. Menjadi flesibel dan dapat menyesuaikan diri dengan perubahan

Apabila Anda mulai menghadapi tekanan emosi yang berat, seperti rasa takut, cemas, khawatir, atau putus asa, HENTIKANLAH ! Gantilah perasaan itu dengan emosi yang sehat. Kebahagiaan atau bukan tergantung pada tingkat pikiran yang kita kembangkan. Selamat mencoba menjadi manusia sehat. Semoga artikel ini bermanfaat bagi pembaca.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment